Waspada, 8 Kecamatan Berpotensi Karhutlah

CEK : Plh Bupati H Nasrun Umar melihat kesiapsiagaan pasukan Karhutlah Kabupaten Muara Enim, kemarin.(foto ozi/enimekspres)

ENIMEKSPRES.CO.ID, MUARA ENIM – Pemerintah Kabupaten Muara Enim bersama Forkopimda telah memetakan sejumlah wilayah yang rawan terjadinya bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutlah).

Pelaksana harian (Plh) Bupati Muara Enim, H. Nasrun Umar (HNU) menyebut ada delapan kecamatan di Kabupaten Muara Enim yang harus diwaspadai terjadi karhutlah selama memasuki musim kemarau.

Adapun delapan kecamatan tersebut yaitu Kecamatan Gelumbang, Muara Belida, Sungai Rotan, Lembak, Belida Darat, Lubai, Kelekar dan  Gunung Megang

“Delapan kecamatan berpotensi ini hampir semuanya berada di dataran rendah dan dipenuhi lahan gambut. sehingga benar-benar harus diwaspadai agar karhutlah dapat dihindari,”kata HNU saat memimpin apel gelar pasukan kesiapsiagaan Karhutlah Kabupaten Muara Enim di halaman Kantor Bupati, Senin (12/4).

Dalam upaya antisipasi karhutlah, HNU mengatakan pihaknya telah mensiagakan Satgas dan Posko diseluruh Kecamatan.

Menurut pria yang juga menjabat Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Sumatera Selatan, penanganan dan penanggulangan bencana Karhutla memerlukan kerja sama dan dukungan semua pihak, tidak hanya pemerintah daerah melainkan juga TNI/Polri, dunia usaha dan masyarakat.

“Oleh sebab itu, melalui kegiatan apel ini dirinya mengharapkan seluruh tim satuan tugas mengevaluasi dan menginventarisir kekuatan personil dan peralatan yang akan digunakan untuk menghadapi bencana Karhutla yang kerap terjadi di musim kemarau,”ungkapnya

Melalui apel tersebut, HNU mengajak semua pihak perlu mempersiapkan diri meningkatkan kewaspadaan dan mengerahkan seluruh sumber daya yang ada.

Baik personil maupun peralatan yang diperlukan, dari di tingkat kecamatan dan desa termasuk camat, lurah, kepala desa, Kapolsek, Danramil, Babinsa, Babin Kamtibmas dan relawan agar saling membantu dalam penanganan bencana Karhutla yang sewaktu-waktu dapat terjadi.

Lebih lanjut, HNU juga menginstruksikan untuk segera menyinkronkan Satgas di tingkat kabupaten maupun kecamatan dan mengaktifkan posko-posko kebakaran yang ada di perusahaan maupun masyarakat dan kelompok tani.

Dirinya juga meminta agar pihak kepolisian menindak tegas dan memberikan sanksi kepada pelaku yang membuka lahan dengan cara membakar atau pembakaran pascapanen.

“Namun saya juga mengingatkan dan menekankan kepada seluruh personil untuk senantiasa disiplin menjalankan protokol kesehatan dalam kegiatan penanggulangan Karhutlah,”pesannya.(ozi)

loading...

LEAVE A REPLY