Warga Gunung Megang Dalam ‘Diteror’ Ribuan Ulat Bulu

Seorang warga Dusun 8 Desa Gunung Megang Dalam berupaya membasmi ulat bulu yang ‘meneror’ rumahnya. Foto : ISTIMEWA
Seorang warga Dusun 8 Desa Gunung Megang Dalam berupaya membasmi ulat bulu yang ‘meneror’ rumahnya. Foto : ISTIMEWA

ENIMEKSPRES.CO.ID, GUNUNG MEGANG – Warga Dusun 8 Desa Gunung Megang Dalam, Kecamatan Gunung Megang (Gumeg), Muara Enim diresahkan dengan ‘teror’ serangan ulat bulu yang menjalar kediaman mereka, Selasa (3/12/2019). Ulat bulu yang berjumlah ribuan tersebut mulai menyerang sejumlah rumah warga sejak Senin (2/12/2019) malam.

Serangan ulat bulu ini membuat warga khawatir akan dampak ditimbulkan seperti gatal-gatal. Warga pun berusaha membasmi serangan ulat dengan racun pestisida secara swadaya.

Menurut Makmur, Tokoh Masyarakat desa setempat, serangan ulat bulu di desanya telah merambah sedikitnya dua rumah warga. “Kediaman rumah Hamid Satria dan Irul cukup banyak, diperkirakan serangan ulat bulu bisa terus meluas ke rumah warga lainnya. Karena belum ada penanganan serius dari pihak terkait,” kata Makmur, Selasa (3/12/2019).

Baca juga:

Lanjut Makmur, masyarakat desanya telah melawan serangan ulat bulu dengan menyemprotkan cairan racun pestisida secara bergotong royong menggunakan alat steam. Meski demikian, serangan ulat bulu belum mampu dibasmi secara efektif. “Untuk itu kami meminta bantuan penanganan dari pihak terkait, baik dari kecamatan atau pun dinas berwenang,” harapnya.

Jika lambat ditangani, Makmur menyebut teror ulat bulu bisa semakin meluas, sehingga warga kian khawatir terserang penyakit gatal-gatal. “Sejauh ini sudah ada dua orang anak yang terserang gatal-gatal diduga akibat serangan ulat, kejadian ini sudah dilaporkan ke pemerintahan desa namun belum ada tindak lanjut,” jelasnya.

Terpisah, Kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Muara Enim, M Tasman, dikonfirmasi belum mengetahui fenomena serangan ulat bulu yang menyerang warga Desa Gunung Megang Dalam. Tasman mengatakan penanganan serangan ulat bulu memerlukan bantuan racun pestisida dari Dinas Pertanian.

“Belum ada laporan dari warga untuk penanganan, tapi BPBD siap jika diperlukan. Namun pembasmian serangan ulat bulu harus melibatkan Dinas Pertanian untuk keperluan racun pestisida dan sebagainya,” jelasnya. (ozi)

loading...

LEAVE A REPLY