Stasiun KA Belum Layani GeNose C19

PERIKSA : Tampak penumpang kereta api mengambil hasil rapid tes antigen di stasiun kereta api Muara Enim. Foto : OZI/ENIMEKS.

ENIMEKSPRES.CO.ID, MUARA ENIM – Stasiun Kereta Api (KA) di wilayah Sumatera Selatan dipastikan belum menerapkan pemeriksaan GeNose Covid-19 (C19) bagi penumpang dalam waktu dekat. Penerapan alat detektsi dini Covid-19 melalui hembusan nafas tersebut masih sebatas wacana.

Seperti terlihat di salah satu stasiun KA, stasiun kota Muara Enim, belum ada persiapan untuk menambah layanan tes GeNose bagi penumpang. Pihak stasiun masih menerapkan layanan tes rapid antigen yang berbiaya Rp105 ribu pernumpang.

Menurut Kepala Stasiun kota Muara Enim, Budiarto, pihak PT Kereta Api Indonesia (PT KAI) telah menerapkan pemeriksaan GeNose C19 di 44 Stasiun yang berada di Pulau Jawa. Namun untuk stasiun diwilayah Sumatera Selatan penerapan GeNose belum ada instruksi lebih lanjut.

“GeNose baru berlaku di 44 Stasiun di Pulau Jawa, untuk wilayah Sumsel khususnya kereta Palembang tujuan Linggau atau Tanjung Karang belum diterapkan,”ujar Budarto kepada Koran ini, Selasa (30/3).

Diakuinya, stasiun KA diwilayah Sumsel belum ada persiapan terkait menambah layanan tes Covid-19 buatan anak negeri tersebut. Lanjutnya, layanan GeNose di Stasiun wilayah Sumsel masih sebatas wacana. “Kami masih menunggu instruksi Divisi Regional (Divre) III Palembang,”katanya.

Untuk sementara, kata Budarto, pihak stasiun masih mengandalkan layanan rapid tes antigen bagi penumpang. Menurutnya, penumpang yang ingin berangkat menggunakan KA tetap diwajibkan di tes antigen sebagai antisipasi penularan Covid-19 di moda transportasi.

“Setelah di tes hasilnya negatif, penumpang yang berangkat juga mandapatkan face shield, di cek suhu, kemudian diwajibkan cuci tangan atau mengikuti protokol kesehatan selama perjalanan,”ungkapnya.

Sementara itu, Manager Humas PTKAI Divre III Palembang Aida Suryanti, menjelaskan terhitung mulai 5 Februari 2021, KAI menyediakan layanan Pemeriksaan GeNose C19 di Stasiun Pasar Senen dan Stasiun Tugu Yogyakarta sebagai syarat untuk naik KA Jarak Jauh dan mulai tanggal 15 Februari 2021 bertambah lagi di stasiun Gambir, Bandung, Cirebon, Semarang Tawang, Surabaya Pasar Turi dan berlanjut ke stasiun-stasiun lain. Sementara ini fasilitas pemeriksaan GeNose C19 sudah ada di 44 stasiun dan akan dilaksanakan secara bertahap di stasiun-stasiun lainnya.

Lanjutnya, saat ini untuk pelanggan KA Jarak Jauh di wilayah Divre III Palembang sebagai syarat kesehatan masih menggunakan hasil rapid tes antigen atau rapid tes PCR dengan hasil negatif, sedangkan pemeriksaan dengan menggunakan GeNose C19 untuk stasiun-stasiun wilayah Divre III sementara ini belum dilaksanakan. “KAI selalu berkomitmen mendukung penuh langkah-langkah untuk mencegah penyebaran penularan Covid-19 dan konsisten mengoperasikan Kereta api  dengan penerapan disiplin protokol kesehatan yang ketat,”ujar Aida.

Sebagai informasi, demi menekan laju transmisi Covid-19, pemerintah secara berkala memperbarui berbagai aturan, termasuk dalam operasional transportasi umum, seperti kereta api. Yang terbaru, pihaknya merilis Surat Edaran (SE) Satuan Tugas (Satgas) COVID-19 Nomor 12 Tahun 2021 yang poin-poinnya mulai berlaku Kamis, 1 April 2021.

Tertulis di sana bahwa calon penumpang kereta api wajib menyertakan keterangan hasil negatif tes COVID-19. Metode tesnya bisa RT-PCR, rapid test antigen, atau GeNose C19.

Pengambilan sampel tes RT-PCR maupun rapid test antigen dilakukan maksimal 3×24 jam sebelum keberangkatan. Sementara, tes GeNose C19 harus dilakukan di stasiun kereta api sebelum keberangkatan.

Tes COVID-19, baik RT-PCR, rapid test antigen, maupun GeNose C19 bukanlah syarat perjalanan wajib bagi anak di bawah usia lima tahun. Lebih lanjut, calon penumpang kereta api yang menunjukkan hasil negatif COVID-19, tapi menunjukkan gejala, mereka tetap tidak boleh melanjutkan perjalanan.

Calon penumpang kereta api yang menunjukkan gejala COVID-19 wajib menjalani tes diagnostik RT-PCR dan isolasi mandiri selama menunggu hasil pemeriksaan. Di samping itu, tetap menerapkan protokol kesehatan, baik di area stasiun maupun selama perjalanan di dalam kereta.(ozi)

 

loading...

LEAVE A REPLY