Sabu 1,05 Kg Gagal Edar di Prabumulih

Kapolres Prabumulih AKBP Siswandi didampingi Kasatresnarkoba AKP Fadilah Ermi dan Kanit Lidik I Ipda Zulkarnain Afianata, saat konferensi pers terkait penangkapan kurir sabu di halaman Mapolres Prabumulih. Foto : SEG

ENIMEKSPRES.CO.ID, PRABUMULIH – Tim Satresnarkoba Polres Prabumulih berhasil menggagalkan peredaran narkotika jenis sabu seberat 1 kilogram lebih. Adapun pelaku yang berhasil diamankan, yakni Adhan Akbar (57) warga lorong Sepakat Jaya, Kelurahan 7 Ulu, Kecamatan SU I, Palembang.

Dari tangan pelaku, petugas berhasil mengamankan barang-bukti berupa 1 paket besar narkotika berat 1.050 gram atau 1,05 kg, 1 buah plastik warna putih, 1 buah kertas kado warna abu-abu, 1 buah kotak kardus zulkha warna putih, 1 unit mobil Toyota Camry warna silver (nopol B 1392 ZEQ) serta kunci kontak, uang senilai Rp939 ribu, dan 1 buah handphone warna hitam.

Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun, penangkapan pelaku berawal dari personel Satresnarkoba mendapatkan informasi bahwa akan ada transaksi narkotika di sekitar parkiran Indomaret Jalan Lintas Prabumulih-Baturaja. Selanjutnya anggota melakukan penyelidikan dan mencari informasi dari berbagai sumber.

Setelah beberapa hari melakukan serangkaian penyelidikan, pada Sabtu (3/4/2021) sekira pukul 18.00 WIB personel mendapatkan informasi yang akurat bahwa tersangka menggunakan mobil Toyota Camry warna silver akan bertransaksi narkoba. Selanjutnya anggota menunggu di sekitaran Indomaret dan melihat tersangka dengan ciri-ciri yang sudah dikantongi masuk ke dalam mobil yang sudah terparkir di depan Indomaret.

Personel langsung mengamankan pelaku yang baru masuk ke dalam mobil, kemudian dengan disaksikan aparat pemerintah setempat sewaktu dilakukan penggeledahan baik di badan tersangka maupun di mobil ditemukan 1 paket besar narkotika jenis sabu yang dikemas dengan plastik teh Cina warna hijau yang disimpan dalam kotak kardus di bagasi belakang mobil Camry.

Kapolres Prabumulih, AKBP Siswandi didampingi Kasatresnarkoba, AKP Fadilah Ermi dan Kanit Lidik I, Ipda Zulkarnain Afianata di sela konferensi pers di halaman Mapolres Prabumulih, Senin (5/4/2021) mengatakan, penangkapan terhadap Adhan Akbar berdasarkan informasi dari masyarakat yang resah.

“Pelaku menyimpan BB (barang bukti) di dalam bungkusan teh Cina dan dimasukkan di dalam kotak kardus oleh-oleh Bika Ambon. BB disimpan dalam bagasi belakang mobil,” terangnya.

Baca juga:

Dijelaskan Kapolres, sabu 1 kg merupakan jaringan dari Medan yang dipesan seorang bandar di Prabumulih berinisial Y (DPO). “Adhan ini merupakan kurir jaringan Lapas yang kita lakukan penyelidikan tapi dia juga lintas provinsi dan pelaku sering transaksi di jalan Sumatera, Medan, Jambi, Palembang, dan Jawa,” bebernya.

Dalam kesempatan itu, pria yang pernah menjabat Kasatresnarkoba Polrestabes Palembang itu menegaskan, selama Polres Prabumulih berdiri baru kali ini berhasil mengamankan 1 kg sabu atau bisa menyelamatkan 5.609 jiwa. “Ini sebuah keberhasilan luar biasa oleh para anggota dan patut diapresiasi, juga diberikan penghargaan,” sebutnya.

Atas perbuatannya, tersangka dijerat Pasal 114 ayat 2 jo Pasal 112 ayat 2 UU RI Nomor 35/2009 tentang narkotika dengan pidana mati, pidana penjara seumur hidup, atau pidana penjara paling singkat 6 tahun dan paling lama 20 tahun dan pidana denda paling sedikit Rp1 miliar ditambah 1/3-nya dan paling banyak Rp10 miliar ditambah 1/3-nya.

Sementara di hadapan petugas, tersangka tak bisa berkutik. Dia mengaku barang itu didapat dari Medan dan tugasnya hanya mengantarkan barang kepada pemesan seorang Ibu-ibu berinisial Y di Kota Prabumulih.

“Ada Ibu-ibu yang menghubungi inisial Y minta dibelikan sabu 1 kg, lalu saya hubungi bandarnya di Medan dan berangkat naik pesawat ambil barang lalu saya bawa ke Prabumulih, Pak,” sebutnya.

Mengenakan baju orange, pria yang berprofesi sebagai penjual sayur di Pasar Jakabaring Palembang itu mengaku bermaksud mengantarkan barang haram itu ke Y namun keburu tertangkap. “Saya diupah Rp15 juta pak, saya di Medan ketemu bandarnya di hotel Pak, sekira 31 Maret lalu,” terangnya.

Untuk pembayarannya sendiri, lanjutnya, dia mengaku tak tahu persis. Yang jelas, dia mendapatkan uang jalan Rp1 juta di luar upah, sementara Rp500 juta disetor ke bandar yang ada di Medan. (chy/seg)

loading...

LEAVE A REPLY