Perbatasan Disekat, Ini Syarat Mudik di Sumsel

Ilustrasi mudik. Foto : ISTIMEWA

ENIMEKSPRES.CO.ID, PALEMBANG – Keinginan warga Sumsel untuk mudik pada Lebaran Idul Fitri 1442 nanti, sedikit terhambat dengan keluarnya surat dari Menteri Dalam Negeri (Mendagri) yang ditujukan kepada gubernur, bupati, dan wali kota di Indonesia.

Jika sebelumnya Gubernur Sumsel H. Herman Deru memperbolehkan warga Sumsel untuk mudik ke kabupaten/kota dalam wilayah asal negatif Covid-19, syarat tersebut diperketat dengan adanya penyekatan di perbatasan Kota Palembang dengan beberapa kabupaten. Seperti Banyuasin, OKI, dan Ogan Ilir.

Kepala Dinas Perhubungan Palembang, Agus Rizal melalui Kabid Wasdalops, Martha Edison mengatakan bahwa ada berapa titik perbatasan wilayah Palembang dengan beberapa kabupaten yang disekat. Seperti di Km 13 perbatasan dengan Banyuasin, Talang Jambe, Jakabaring, kawasan Terminal Karya Jaya, dan di dermaga Pasar 16 Ilir.

Baca juga:

“Penyekatan berlaku efektif dari tanggal 6-17 Mei untuk mencegah penyebaran Covid-19,” kata Martha Edison, Rabu (5/5/2021).

Dia menegaskan, bagi warga Palembang akan mudik atau masyarakat kabupaten/kota yang akan masuk Palembang, tidak dilarang. Hanya saja syaratnya harus menunjukkan keterangan negatif Covid-19 berdasarkan hasil swab.

Atau bagi warga yang sudah vaksin, menunjukkan bukti tertulis telah divaksin. “Kita tidak melarang mudik, tapi harus menunjukkan bukti negatif Covid-19,” ujarnya.

Martha menegaskan bahwa posko penyekatan perbatasan akan dijaga selama 24 jam terhitung 6-17 Mei. “Kita dibantu petugas TNI, Polri, Satpol PP, Dinkes, dan petugas lainnya,” pungkas dia. (dom/seg)

loading...

LEAVE A REPLY