Milenial Harus Kreatif Lirik Pertumbuhan Ekonomi

KUNJUNGAN : Mahasiswa KKN STIH Serasan mengunjungi Rumah Batik bersama anggota DPRD Yusran Arbi. Foto : sigit/enimeks

ENIMEKSPRES.CO.ID, MUARA ENIM – Sebagai pendukung pertumbuhan ekonomi, sektor Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) sudah seharusnya lebih banyak melibatkan generasi muda (milenial) di daerah.

Untuk menularkan jiwa wirausaha, anggota DPRD Kabupaten Muara Enim Yusran Arbi yang juga Mahasiswa STIH Serasan mengajak para mahasiswa KKN XXI mengunjungi salah satu UMKM batik di Jalan SMB II Muara Enim, Rabu (31/3).

Menurut Yusran, menaruh harapan terhadap milenial yang berkeinginan menapaki dunia usaha, khususnya sektor UMKM sebagai penggerak sektor riil dapat membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat. Salah satu jenis usaha yang menjanjikan bisa menjadi pertimbangan kaum milenial adalah UMKM batik.

“UMKM batik Serasan ini dikerjakan oleh kaum milenial semua, mereka anak-anak lulusan SMK tahun 2019 lalu. Dengan modal keterampilan dan semangat saat ini mereka sudah bisa menjadi contoh bagi milenial yang lainnya,”ungkap Yusran.

Dari keterampilan batik yang dimiliki, mereka sudah bisa menelorkan pelaku UMKM milenial lainnya, salah satunya di Desa Lubuk Raman, Kecamatan Rambang Niru melibatkan karang taruna setempat. Kemudian di Desa Muara Lawai menjadi sentra ekoprint, dan baru saja memberikan pelatihan batik kepada warga binaan yang ada di Lapas Muara Enim.

“Mereka ini kreatif, dan mempunyai modal semangat yang tinggi, rela mengesampingkan kesenangan sementara demi mencapai masa depan yang lebih baik. Anak-anak di Rumah Batik Serasan ini patut dicontoh oleh pemuda lainnya,”terang Yusran lagi.

Sementara itu, Pembina Rumah Batik Serasan, Aan Ardiansyah melalui Ketua RBS, Totok Adi Hermanto mengatakan, dari awal RBS ini lahir oleh karena tangan kreatif anak-anak muda lulusan SMK Negeri 2 Muara Enim. Awalnya pihaknya mengajak para alumni sekolah tersebut mengikuti pelatihan batik yang digelar Karang Taruna Kabupaten Muara Enim satu tahun lalu.

“Mahasiswa yang hadir pun tak mau ketinggalan, mereka mengikuti proses pembuatan batik, mulai dari proses pengecapan hingga ke pewarnaan. Kami memang berkomitmen menjadikan RBS ini menjadi pusat edukasi masyarakat,”kata Totok.(git)

loading...

LEAVE A REPLY