Mendikbud Nadiem: Satuan Biaya BOS Tak Lagi Sama

Dana BOS tidak lagi dipukul rata. Semua akan dibedakan tergantung dengan karakteristik dan kebutuhan antar wilayah. Foto : ILUSTRASI/ISTIMEWA

ENIMEKSPRES.CO.ID, JAKARTA – Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) tidak lagi dipukul rata. Semua akan dibedakan tergantung dengan karakteristik dan kebutuhan antar wilayah. Namun, tidak akan ada satuan pendidikan yang mendapatkan dana BOS kurang dari sebelumnya.

“Daerah-daerah terutama daerah-daerah terluar, terdalam, dan tertinggal di Indonesia, satuan biaya BOS tidak lagi seragam. Satuan biaya BOS itu ada variasinya,” jelas Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI, Nadiem Anwar Makarim, dalam Sosialisasi Kebijakan BOS dan DAK Fisik 2021 secara daring, Kamis (25/2/2021).

Contoh, kebijakan BOS tahun 2020 untuk SD sebesar Rp900 ribu per anak, namun di 2021 ini ada direntang Rp900 ribu sampai Rp1,96 juta. Sementara untuk SMP berada di kisaran Rp1,1 juta sampai Rp2,48 juta.

Baca juga:

Kemudian, untuk jenjang SMA berada di angka Rp1,5 juta sampai Rp3,47 juta dan SMK sebesar Rp1,6 juta hingga Rp3,72 juta. Sementara itu, untuk jenjang SLB adalah Rp3,5 juta sampai Rp7,94 juta. “Diferensiasi ini ditentukan berdasarkan daerahnya itu susah tercapai indeks kemahalan yang seperti apa,” imbuhnya.

Menurut dia, hal ini tepat untuk dilakukan. Mengingat kebutuhan dan karakteristik antar wilayah di Indonesia berbeda. Jika terus dilakukan, maka daerah terluar akan semakin tertinggal kualitas mutu pendidikannya.

“Sehingga sekolah yang kecil, di daerah yang lebih terluar dan tertinggal itu mereka yang paling dirugikan ya, karena kebutuhan mereka lebih banyak kebutuhan finansial karena semua barang di situ lebih mahal, biaya distribusi atau biaya logistik untuk sampai ke daerah-daerah itu lebih tinggi, tapi tidak ada konsiderasi dari sisi kebijakan. Itu yang kita benarkan,” ucap Nadiem. (jpg)

loading...

LEAVE A REPLY