Lebih Dekat dengan Juara Lomba Kultum Virtual Enim Ekspres Online

    DARI KIRI KE KANAN: Chayrunisa Qurattul Ain Azzahra (SMK Bukit Asam), Sandy Arya Saputra (SMA Negeri 1 Muara Enim), Aldi Tri Wahyudi (Ponpes Tahfizh Al-Faroz Tanjung Enim). Foto : AL AZHAR/ENIMEKSPRES.CO.ID
    Ingin Jadi Ahli Geologi, Dai Muda Internasional, Hafal 10 Juz Al Quran

    Bumi Serasan Sekundang ke depan tidak akan kekurangan akan para pendakwah atau dai-dai pejuang Islam. Hal ini, terbukti dari lomba Kultum Virtual yang digelar Enim Ekspres Online (enimekspres.co.id) ada puluhan pelajar tingkat SMA/SMK/MA yang ikut serta.

    -AL AZHAR, Muara Enim-

    MESKI pandemi Covid-19 saat ini masih melanda dan sekolah masih melaksanakan pembelajaran secara daring (Dalam Jaringan). Kondisi ini tidak membunuh kreativitas siswa di Bumi Serasan Sekundang. Buktinya, saat media siber Enim Ekspres Online menggelar Kultum Virtual yang dilaksanakan selama 12 hari, 13-24 April 2021. Ada 36 pelajar yang ikut mengirimkan videonya.

    Lomba tersebut diselenggarakan dalam rangka menyemarakkan bulan Suci Ramadan 1442 H/2021 M, dengan peserta para pelajar jenjang SMA/SMK/MA sederajat dalam Kabupaten Muara Enim.

    Nah, para pemenangnya sudah didapat, yakni untuk  juara I lomba Kultum Virtual diraih oleh Chayrunisa Qurattul Ain Azzahra asal SMK Bukit Asam, juara II diraih Sandy Arya Saputra asal SMA Negeri 1 Muara Enim, dan juara III diraih Aldi Tri Wahyudi asal Ponpes Tahfizh Al-Faroz Tanjung Enim.

    Penulis sempat berbincang dengan ketiganya, untuk melihat dari mana mereka belajar ceramah. Chayrunisa Qurattul Ain Azzahra, misalnya. Pelajar SMK Bukit Asam yang akrab disapa Nisa saat ini duduk di kelas XI dengan Jurusan Geologi Pertambangan.

    Nisa mengaku belajar ceramah atau pidato dapatkan sejak duduk dibangku SMP atau tepatnya di Pondok Pesantren Salafiyah Syariah Tanjung Enim. “Waktu di SMP/MTs Pondok Salafiyah Syariah setiap santri seminggu sekali wajib tampil ceramah. Dari situlah saya belajar,” ujar putri pasangan Robi Mardiansyah dan Anna Syafrida ini.

    Nisa mengaku sudah sering ikut lomba pidato di tingkat kecamatan dan kabupaten. Bahkan pernah juga ikut lomba Fahmil Quran.

    Nisa mengaku belajar berdakwah akan tetap ia tekuni dimasa depan, namun untuk cita-cita ia ingin menjadi ahli geologi. Gadis manis ini juga ingin menjadi seorang hafizah. Saat ini hafalannya sudah 3 juz Al Quran. “Sekarang untuk hafalan kita masih setor ke Pondok Salafiyah Syariah,” tutur Nisa, yang mengaku untuk menghafal Al Quran cukup mudah, yang susah adalah mempertahankan hafalan.

    Sandy Arya Saputra, peraih juara II menyebut belajar ceramah juga sejak SMP dan sering ikut lomba. Siswa SMA Negeri 1 Muara Enim ini belajar agama dari pencinta majelis ilmu Muara Enim. “Dari materi para guru yang saya dapat, saya pelajari. Saya gabungkan dengan mendengar Youtube. Jadilah materi untuk lomba, hasilnya Alhamdulillah dapat juara II,” kata cowok yang biasa dipanggil Jacko ini.

    Ia mengaku ingin terus belajar dakwah hingga bisa bermanfaat bagi banyak orang. Bahkan Jacko bercita-cita ingin menjadi seorang Dai Internasional dan kuliah ke Yaman, ingin mengambil jurusan fiqih dan dakwah. “Semoga saja cita-cita itu bisa tercapai,” ungkap Jacko putra dari pasangan Surya Andari dan Rini Iswanti.

    Sementara itu, Aldi Tri Wahyudi asal Ponpes Tahfizh Al-Faroz Tanjung Enim yang meraih juara III mengatakan, sembari belajar di SMK Bukit Asam, dia juga masih tetap mondok. Ia bersyukur di tengah pandemi membawa hikmah, yakni waktu menghafal Al Quran-nya cukup banyak. “Hafalan Al Quran baru 10 juz,” kata Aldi.

    Aldi mengaku, bekal hidup di pondok secara tidak langsung ia belajar ceramah atau pidato. Sudah beberapa kali ikut lomba. Pernah juara I tingkat kabupaten di Masjid Jamik, juara II tahfidz saat SMP, dan juara I tahfidz di Lahat. “Sekarang ini aktivitas hanya menghafal Al Quran, kalau ceramah pernah mengisi kultum dan khutbah Jumat,” ujar dia.

    Aldi membeberkan cita-citanya ingin menjadi seorang ustaz dan ingin kuliah di Mahad Ali Ponpes Tebu Ireng Jombang nantinya. Oleh karenanya, ia ingin terus menambah hafalan Al Quran agar menjadi seorang hafidz. “Harapan saya semoga Allah SWT selalu memberi kemudahan dalam menghafal Al Quran,” harap Aldi. (*)

    loading...

    LEAVE A REPLY