KPU Lantik PPK dan PPS untuk PSU Pilkada PALI

Ketua KPU PALI Sunario melantik anggota PPK dan PPS yang akan bertugas di PSU Pilkada PALI. Foto : EBI/ENIMEKSPRES.CO.ID

ENIMEKSPRES.CO.ID, PALI – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) melantik Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) dan Panitia Pemungutan Suara (PPS) serta sekretariat PPK dan PPS, untuk persiapan Pemungutan Suara Ulang (PSU).

Pelantikan digelar di halaman Sekretariat KPU PALI, disaksikan Bawaslu PALI, Sekda PALI Syahron Nazil, Kapolres PALI AKBP Rizal Agus Triadi, Dandim 0404/Muara Enim, Kejari PALI, sejumlah kepala OPD, dan FKPD di lingkungan Pemkab PALI, Senin (5/4/2021).

Ketua KPU PALI, Sunario menerangkan untuk anggota PPK Kecamatan Penukal yang ditunjuk menggantikan PPK lama diambil dari PPK Tanah Abang. Sementara untuk PPK Penukal Utara diambil PPK Abab.

Masa kerja PPK, PPS, dan sekretariat selama satu bulan terhitung 6 April hingga 5 Mei 2021. Sedangkan anggota PPS berasal dari Desa Gunung Raja, Kecamatan Penukal menggantikan PPS lama untuk bekerja sebagai PPS di Desa Babat.

Kemudian, anggota PPS dari Desa Air Itam Timur bekerja sebagai PPS di Desa Air Itam, Kecamatan Penukal. Anggota PPS asal Tempirai Utara bekerja sebagai PPS di Desa Tempirai. “Setelah pelantikan dilanjutkan dengan bimbingan teknis bagi seluruh PPK dan PPS yang diambil sumpah,” kata Sunario.

Sunario menerangkan, sesuai putusan MK untuk menggelar PSU di empat TPS. Maka KPU melakukan tahapan dalam mempersiapkan PSU itu dengan mengaktifkan kembali lembaga ad hoc, yaitu PPK dan PPS.

Baca juga:

“Hanya saja, anggota PPK dan PPS lama kita ganti sesuai arahan dari KPU RI atau KPU Sumsel. Sebagai penggantinya dari PPK dan PPS terdekat wilayah yang digelar PSU,” terang Sunario.

“Penyelenggara harus jujur, adil, dan profesional seusai pesan MK agar tidak ada pihak yang dirugikan. Dari awal KPU tetap menjaga netralitas, menjaga marwah demokrasi, dan kami yakin PPK dan PPS yang saat ini diambil sumpahnya netral dan berintegritas,” tegas dia.

Untuk memastikan validasi jumlah pemilih yang masuk pada Daftar Pemilih Tetap (DPT) di empat TPS. Dia akan turun ke lapangan mencermati data yang ada.

Lebih lanjut sebut Sunario, ada 1.549 DPT di empat TPS yang menggelar PSU. Jika ada pemilih pada DPT dimaksud yang pindah ke TPS lain, maka yang bersangkutan tidak berhak memilih di TPS PSU. Juga ada pemilih yang sudah memilih di TPS PSU menggunakan KTP atau daftar pemilih tambahan, mereka boleh memilih.

“Untuk memastikan data itu valid, maka kami akan berkoordinasi dengan pemerintah desa karena pemdes yang lebih mengetahuinya,” beber Sunario.

Disebutkannya juga, bahwa pemilih yang menggunakan KTP atau tambahan memilih di TPS PSU ada 26 orang, terdiri dari di TPS 06 Desa Tempirai 2 orang, TPS 08 Babat 3 orang, TPS 09 Air Itam 9 orang, dan TPS 10 ada 12 orang. “Jadi jumlah DPT 1.549 ditambah jumlah pemilih tambahan menjadi 1.575 orang,” ulas dia.

Sambung Sunario, untuk kesiapan logistik, pihaknya akan cek kembali termasuk APD dan akan melakukan pembentukan KPPS yang akan dibentuk 10-14 April 2021. Pada PSU ini, memang sedikit jumlah TPS yang menggelar tapi perhatiannya sangat luar biasa, baik di Sumsel bahkan jadi sorotan nasional. “Untuk itu, mari bersama-sama sukseskan PSU pada Pilkada PALI ini,” pungkasnya. (ebi)

loading...

LEAVE A REPLY