Kakek Nubi Hidup Sendiri, Sakit, dan Tak Bisa Bekerja Lagi

Kepala Dinas Sosial Empat Lawang didampingi Lurah Tanjung Kupang dan tim dari Puskesmas Tebing Tinggi, saat mengecek kondisi kake Nubi yang hidup sebatang kara. Foto : SEG

ENIMEKSPRES.CO.ID, EMPAT LAWANG – Miris jika melihat kehidupan Nubi, kakek yang sudah berusia 64 tahun ini harus menghabiskan masa tuanya sendirian. Bahkan untuk menghidupi dirinya sendiri dia harus bekerja sendiri.

Saat wartawan datang, kakek Nubi sedang beristirahat di rumahnya. Lokasi rumahnya di kawasan RW 10 Kelurahan Tanjung Kupang Kecamatan Tebing Tinggi Kabupaten Empat Lawang.

Melihat kondisi rumahnya, sangat tidak layak untuk dihuni. Apalagi kondisi kakek Nubi sekarang sudah sakit-sakitan. Rumahnya berukuran sekitar 3×5 meter, terbuat dari kayu papan.

Atap rumahnya dari seng dan terlihat sudah banyak yang bolong-bolong juga. Sinar matahari masuk di sela-sela seng tersebut. Namun saat hujan bisa dipastikan bocor dan membasahi lantai rumahnya yang hanya tanah.

Dinding papan rumah bagian depannya juga banyak yang rusak sehingga dilapisi pakai papan yang lainnya. Bagian depan atasnya juga sudah bolong cukup besar. Saat hujan disertai angin kencang, percikan air hujan pun membasahi isi dalam rumahnya.

“Sudah lama saya tinggal di sini. Ya sendirian. Kadang ada warga yang baik dan dermawan kasih bantuan. Tapi saya kalau masih kuat dulu masih mencari sendiri,” kata Nubi, yang terdengar terbata-bata saat bicara. Saat dikunjungi, terlihat kakek Nubi tidak pakai baju. “Panas pakai baju nak,” katanya lirih.

Nubi menceritakan, dulu sebelum sakit-sakitan ini, dia bekerja membersihkan sampah-sampah yang masih bisa dimanfaatkan di sekitaran Tebing Tinggi alias mencari barang bekas yang bisa dijual kembali. Mulai dari botol minuman plastik, kardus, besi-besi bekas. dan lainnya.

Baca juga:

“Hasil dari jual barang bekas itu bisa dibelikan kebutuhan sehari-hari, seperti beras, telur, dan kebutuhan lainnya. Tapi sekarang tidak kuat lagi untuk keliling cari barang bekas,” imbuhnya.

Kisah kehidupan kakek Nubi, dibenarkan Ketua RW 10 Kelurahan Tanjung Kupang, Amrul. Dikatakannya dulu pekerjaan Nubi adalah mencari barang bekas dan dijual untuk membeli makanan.

“Dulu dia ini mencari barang bekas, terus dijual ke saya karena saya kan usaha jual beli barang bekas. Kakek Nubi ini sering jualkan barang bekas hasil dia keliling. Uangnya dibelikan kebutuhan pokok,” kata Amrul saat mendatangi rumah Nubi.

Sekarang Nubi tidak lagi mencari barang bekas karena sakit. “Sekarang dia hanya di rumah saja,” jelasnya.

Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Empat Lawang, yang mendapat informasi tersebut sudah memberikan bantuan kepada lansia terlantar dan hidup sebatang kara itu. Bahkan sudah dibawa ke berobat ke RSUD Empat Lawang.

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Empat Lawang, Eka Agustina menjelaskan, yang pertama adalah pembuatan kartu KIS untuk Nubi. Sebab kondisi Nubi kurang sehat dan belum memiliki kartu KIS. “Sepulang dari sini nanti minta kepada Kabid Resos untuk segera menindaklanjuti pembuatan kartu KIS. Sehingga nantinya bisa digunakan untuk berobat,” jelas Eka.

Pihaknya lanjut Eka, juga akan mengusulkan rumahnya. Sebab rumah tersebut termasuk rumah yang tidak layak huni.

“Karena dia sebatang kara ini harus dimonitor, makanya kami minta bantuan kepada Pak RW supaya terus memonitor keadaan Pak Nubi tadi. Karena dia sebatang kara di rumah. Jadi ini terus kita pantau, mungkin ada Pak Nubi lainnya yang terus kita pantau,” pungkasnya. (hendro/seg)

 

Saksikan video menarik berikut ini:

loading...

LEAVE A REPLY