Kades dan Perangkat Desa Mulai Divaksin

Salah satu kepala desa di Kabupaten PALI saat mengikuti vaksinasi Covid-19. Foto : EBI/ENIMEKSPRES.CO.ID

ENIMEKSPRES.CO.ID, PALI – Pemberian vaksin untuk mencegah Covid-19 di Bumi Serepat Serasan, selain membidik tenaga pendidik dan lansia, kini juga telah menyasar pelayan masyarakat di tingkat pemerintahan desa.

Sejumlah Kepala Desa (kades) dan perangkatnya di Kecamatan Penukal Utara mulai menerima vaksinasi Covid-19, yang dipusatkan di Puskesmas Tempirai, Desa Tempirai.

Kepala Desa Prabu Menang, Abul Rustoni mengatakan dirinya beserta perangkat desa mendapatkan vaksin guna menekan penyebaran Covid-19. “Tahap pertama pemberian vaksin untuk pemerintah desa se-Penukal Utara sudah berjalan. Setelah divaksin, yang saya rasakan tidak ada efek samping sama sekali,” ungkap Abul Rustoni, Selasa (1/6/2021).

Senada disampaikan Kades Tempirai Selatan, Safikal Usman. Ia membenarkan bahwa vaksinasi tidak mengganggu aktivitas atau menimbulkan keluhan kesehatan lainnya.

Baca juga:

“Saya mengajak masyarakat atau bahkan kades yang masih ragu untuk divaksin agar tidak perlu khawatir. Yakin saja bahwa pemerintah selalu memberikan yang terbaik untuk masyarakat. Dengan kita divaksin secara langsung mendukung program pemerintah dalam memutus mata rantai penyebaran Covid-19,” ujar Safikal.

Sementara itu, Kepala Puskesmas Tempirai, H. Khaizairin menerangkan, pada tahap awal pemberian vaksin, dari 13 kepala desa se-Penukal Utara masih ada beberapa orang yang belum mengikuti vaksinasi, karena beberapa alasan. Seperti salah satunya dinas luar.

“Untuk tenaga pengajar atau guru di SMA Negeri 1 Penukal Utara sudah 100 persen divaksin tahap satu. Bagi yang sudah divaksin akan diberikan sertifikat vaksinasi Covid-19,” terangnya.

Terpisah, juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten PALI, dr. Zamir menyebut, Kabupaten PALI saat ini masih berstatus zona orange, meskipun jumlah terkonfirmasi positif Covid-19 tersisa 4 kasus.

“Total kasus konfirmasi positif Covid-19 sebanyak 497 orang, di mana 493 orang di antaranya selesai pemantauan dan dinyatakan sembuh. Kemudian, 35 orang meninggal dunia, dan 4 orang dalam proses pemantauan,” jelas Zamir. (ebi)

loading...

LEAVE A REPLY