Juarsah Desak PTBA Segera Bebaskan Lahan yang Berada Dalam IUP

Lokasi tambang batu bara ilegal yang mengalami longsor hingga menewaskan 11 pekerja di Desa Penyandingan Kecamatan Tanjung Agung Kabupaten Muara Enim. Foto : OZI/ENIMEKSPRES.CO.ID

ENIMEKSPRES.CO.ID, MUARA ENIM – Plt Bupati Muara Enim H. Juarsah mendesak PT Bukit Asam Tbk segera mengganti rugi lahan warga yang masuk areal Izin Usaha Pertambangan (IUP) perusahaan. Sebab banyaknya lahan IUP yang belum dibebaskan tersebut, menjadi salah satu penyebab maraknya aksi penambangan liar di Bumi Serasan Sekundang.

“Saya minta pada PT Bukit Asam untuk segera membebaskan lahan-lahan masyarakat. Sehingga masyarakat tidak melakukan kegiatan pertambangan ilegal lagi,” pinta Juarsah, Jumat (23/10/2020).

Juarsah menuturkan, berdasar hasil evaluasi di lapangan, lokasi tambang ilegal banyak berada di wilayah IUP PTBA. Bahkan masyarakat pemilik lahan bebas melakukan penambangan liar karena minimnya pengamanan dari perusahaan pemilik IUP.

Baca juga:

Juarsah bersama Gubernur Sumsel, Kapolda, dan Danrem 044/Gapo telah meninjau langsung lokasi tambang ilegal. Mereka sepakat agar praktik tambang ilegal dihentikan. “Saya sudah sampaikan untuk menutup tambang ilegal ini sesuai arahan yang disampaikan oleh Gubernur Sumsel, untuk dihentikan dulu sampai proses hukum atau proses lainnya. Kita menghindari hal-hal yang tidak kita inginkan,” ujar Juarsah.

Juarsah mengakui aksi penambangan liar oleh masyarakat telah menjadi salah satu jenis mata pencaharian. Meski begitu, pihaknya menegaskan pekerjaan menambang liar tetap dilarang, karena selain membahayakan juga dipastikan ilegal karena tanpa izin. “Kita ingin masyarakat terpelihara dan terlindungi, tapi nanti kita cari solusi apakah bisa kita ajukan ke provinsi untuk dilegalkan,” ungkapnya.

Orang nomor satu di Bumi Serasan Sekundang ini berharap kepada pemerintah pusat untuk segera mendata pihak-pihak di luar Kabupaten Muara Enim yang menerima atau membeli batu bara hasil tambang liar. Ia menduga, mulusnya kegiatan penambangan liar di Kabupaten Muara Enim karena ada ulah oknum yang tak bertanggung jawab.

“Kalau pembeli atau penampungnya tidak ada pasti akan berhenti secara total dengan sendirinya. Tetapi karena ada pembelinya berupa industri kecil dan sebagainya. Sehingga kegiatan ini masih terus menerus berkelanjutan,” sebut Juarsah. (ozi)

 

Saksikan video menarik berikut ini:

loading...

LEAVE A REPLY