Jelang Putusan MK, Dua Kubu Harap-harap Cemas

Sengketa Pilkada Bupati dan Wakil Bupati Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) masih berlangsung di Mahkamah Konstitusi (MK). Foto : JPG

ENIMEKSPRES.CO.ID, PALI – Sengketa pemilihan kepala daerah (Pilkada) Bupati dan Wakil Bupati Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) yang masih berlangsung di Mahkamah Konstitusi (MK), membuat kedua Pasangan Calon (Paslon) nomor urut 01 Devi Harianto-Darmadi Suhaimi (DHDS) dan nomor urut 02 Heri Amalindo-Soemarjono (HERO) harap-harap cemas.

Wakil Ketua Tim paslon nomor urut 01 DHDS, Mairil Aprianto mengatakan pihaknya sangat optimis permohonan paslonnya untuk dilakukan Pemungutan Suara Ulang (PSU) dikabulkan oleh MK. Mengingat bukti yang diajukan benar adanya sesuai dengan fakta yang terjadi.

“Kita optimis permohonan kita dikabulkan MK, karena memang apa yang kita laporkan semuanya benar adanya disertai dengan bukti-bukti yang ada. Jadi kita sangat optimis keputusan MK akan dilakukan PSU,” kata Mairil Aprianto, kemarin.

Dikatakan dia, pihaknya meyakini PSU nantinya sebanyak 51 TPS yang tersebar di wilayah Kabupaten PALI, sesuai dengan jumlah permohonan yang diserahkan ke MK bersamaan dengan bukti-bukti.

Baca juga:

“Optimis kita berdasar, karena apapun yang dibutuhkan kuasa hukum kita sudah penuhi, seperti saksi-saksi dan kelengkapan bukti. Mudah-mudahan semuanya sesuai permohonan kita. Dan kita tetap berkomitmen menjaga Pilkada PALI ini tetap kondusif apapun hasilnya nanti,” tambahnya.

Senada diungkapkan kuasa hukum paslon nomor urut 02 HERO, Firdaus Hasbullah. Dia mengaku optimis pihaknya bisa memenangkan perkara di MK, karena pihaknya sebagai pihak terkait.

“Kita ikuti saja jadwal dan undangan yang akan disampaikan oleh MK. Kami sebagai pihak terkait tim hukum pasangan HERO sudah mempersiapkan untuk sidang selanjutnya dan kami yakin Insya Allah keputusan MK tetap memenangkan pasangan HERO,” terang dia.

Pihaknya meyakini dalil yang diungkapkan pemohon seluruhnya kabur, sehingga nanti patut ditolak oleh MK. Namun, apapun keputusannya nanti pihaknya tetap berkomitmen untuk menciptakan Pilkada PALI yang kondusif.

“Kami yakin semua dalil yang diungkapkan oleh pemohon seluruhnya kabur, sehingga nanti patut ditolak oleh MK. Terkait menjaga kondusif dan damai itu wajib bagi kita untuk menciptakannya,” pungkas Firdaus Hasbullah. (ebi/seg)

 

Saksikan video menarik berikut ini:

loading...

LEAVE A REPLY