Herman Deru Larang Bangun Masjid Minta Sumbangan di Jalanan

Gubernur Sumsel H Herman Deru resmikan Masjid Jami' Nurul Hidayah di Desa Pemetung Basuki, Kecamatan Buay Pemuka Peliung, Kabupaten OKU Timur. Foto : HUMAS PEMPROV SUMSEL
Gubernur Sumsel H Herman Deru resmikan Masjid Jami' Nurul Hidayah di Desa Pemetung Basuki, Kecamatan Buay Pemuka Peliung, Kabupaten OKU Timur. Foto : HUMAS PEMPROV SUMSEL

ENIMEKSPRES.CO.ID, MARTAPURA – Usai  menjadi pembina upacara pada Peringatan Hari Olahraga Nasional (Haornas) ke-36 2019, dan kick off Gubernur Cup U-20 di OKU Timur, Jumat (6/9) pagi. Siangnya, pukul 12.00 WIB, Gubernur Sumsel H Herman Deru, dan rombongan menggelar salat Jumat berjamaah di Masjid Jami’ Nurul Hidayah, Desa Pemetung Basuki, Kecamatan Buay Pemuka Peliung, Kabupaten OKU Timur.

Masih di Desa Pemetung Basuki, gubernur meninjau bangunan asrama putri Ponpes Al Ikhlas, dan melakukan peletakan batu pertama pembangunan asrama putra dan aula Ponpes Al-Ikhlas.

Gubernur didampingi Bupati OKU Timur HM Kholid Mawardi, dan Pengasuh Ponpes Al-Iklas Desa Pemetung Basuki KH Romlan Bisri. Selanjutnya menghadiri pengajian triwulan Muslimat NU sekaligus meresmikan Masjid Jami’ Nurul Hidayah yang digelar di halaman masjid.

Peresmian Masjid Jami’ Nurul Hidayah ditandai dengan penandatanganan prasasti, dan penyerahan bantuan dari gubernur untuk Masjid Jami’ Nurul Hidayah sebesar Rp50 Juta.

Baca juga: Herman Deru Sabet Penghargaan Tertinggi dari Perpusnas RI

Dalam sambutannya, H Herman Deru menegaskan, saat dirinya masih menjabat Bupati OKU Timur beberapa waktu lalu, dan kini sebagai Gubernur Sumsel, tetap akan melarang dalam membangun masjid meminta dana di jalanan. Mengingat, banyak dampak yang akan timbul dari kegiatan meminta sumbangan di jalan, di antaranya kecelakaan, jalan rusak, dan banyak fitnah bagi petugas yang memungut.

“Masjid terbaru dan terbesar di OKU Timur saat ini Masjid Jami’ Nurul Hidayah, ke depan bagaimana kita memuliakannya dengan mengerjakan salat berjamaah. Untuk jaga, dan bersih-bersih masjid, lebih baik kita mengupah. Karena ada di tempat lain, masjidnya dikunci dengan alasan untuk keamanan. Masjid jangan dikuci lah,” harap gubernur.

Herman Deru pada kesempatan ini, juga mengingatkan warga OKU Timur untuk berhati-hati dengan informasi yang didapat, terutama melalui media sosial. Karena dampak yang timbul sangat kompleks jika tidak disikapi dengan bijak.

“Saya sebagai gubernur, sebagai pribadi dan sebagai Ketua ISNU, mengucapkan terima kasih pada seluruh Ponpes yang telah mendidik anak kita agar lebih kritis dalam menyikapi kemajuan teknogi. Dengan tetap mengedepakan ilmu agama,” katanya.

Di sisi lain, terkait dengan kondisi jalan provinsi di OKU Timur, Herman Deru menegaskan, dirinya terus bertekad akan merampungkan perbaikan jalan yang menjadi tanggung jawab provinsi, agar lalu lintas ekonomi warga dapat berjalan dengan lancar.

“Jika ada kekurangan nanti akan kita terus lakukan penanganan. Demikian juga dengan kabupaten/kota di Sumsel akan kita lakukan perbaikan jalannya dengan target 2020 seluruhnya rampung,” tandasya, sembari tetap berharap agar warga OKU Timur mendoakan dirinya agar tetap sehat dan istiqomah dalam menjalankan amanah.

Sementara itu, Irhamni, selaku pengurus Jami Nurul Hidayah dalam laporannya menyebut, awalnya masjid ini dibangun dengan swadaya menelan dana Rp5,5 miliar dengan modal awal Rp0,5 miliar.

“Kami selalu ingat  pesan Pak Deru, masyarakat Pemetung Basuki kompak membantu perampungan pembangunan masjid ini. Sebagai ungkapan rasa bangga kita. Kita minta pak gubernur yang meresmikan masjid dengan ukuran bangunan 30×23 meter persegi ini,” jelas Irhamni. (rel/humas pemprov sumsel)

loading...

LEAVE A REPLY