Guru SMA Bukit Asam Ikuti Penataran Protokol Kesehatan

Guru dan pegawai SMA Bukit Asam mengikuti penataran Protokol Kesehatan dalam rangka mencegah Covid-19 di lingkungan sekolah saat pembelajaran tatap muka dilaksanakan. Foto : SIGIT/ENIMEKSPRES.CO.ID

ENIMEKSPRES.CO.ID, TANJUNG ENIM – SMA Bukit Asam Tanjung Enim siap melaksanakan pembelajaran tatap muka mulai tahun depan. Namun sebelum kegiatan itu dilaksanakan, kepala sekolah dan guru di bawah naungan Yayasan Bukit Asam (YBA) tersebut mengikuti penataran Protokol Kesehatan (Prokes) dalam mencegah Covid-19 di lingkungan sekolah.

Penataran diikuti sebanyak 30 guru, ditambah staf dan pegawai, berlangsung di aula sekolah setempat dengan narasumber dari tenaga kesehatan Puskesmas Tanjung Enim.

Kepala SMA Bukit Asam, Tenny Dahyani, S.Pd mengatakan, perlu simulasi dan penataran sebelum belajar tatap muka di sekolah dilakukan. Sekolah, lanjut dia, masih mempunyai waktu yang cukup untuk mempersiapkan segala sarana maupun prasarana, serta administrasi sebelum para siswa kembali belajar di sekolah.

“Dengan menggelar simulasi penataran prokes ini, memberikan wawasan kepada para guru. Sehingga dapat memahami apa yang harus dilakukan ketika belajar tatap muka di tengah pandemi. Mengenai protokol kesehatan, nanti akan kita sosialisasikan kepada siswa dan orang tua,” jelas Tenny, kemarin (17/12/2020).

Baca juga:

Tenny mengulas, pembelajaran tatap muka tahun depan sudah mendapatkan izin dari pemerintah melalui keputusan bersama empat menteri, yaitu Menteri Kesehatan, Menteri Pendidikan, Menteri Dalam Negeri, dan Menteri Agama.

Beberapa sarana yang disiapkan sekolah dalam rangka menghadapi pembelajaran tatap muka sedang dilengkapi. Antara lain, memperbanyak tempat cuci tangan, menyediakan alat cek suhu tubuh, memasang papan imbauan mematuhi protokol kesehatan Covid-19, dan meningkatkan layanan kesehatan sekolah.

“Nantinya jumlah siswa belajar tetap muka juga kita atur, siswa juga harus mendapat izin dari orang tua untuk mengikuti pembelajaran secara langsung. Kalau tidak diizinkan (orang tua), maka siswa tidak bisa mengikuti pembelajaran di sekolah,” beber Tenny.

Sementara itu, petugas kesehatan Puskesmas Tanjung Enim, dr. Hj. Siti Maisaroh mengatakan, sebelum melaksanakan pembelajaran tatap muka, pihak sekolah harus memenuhi sarana dan prasarananya. Kemudian sekolah juga harus memonitor pembiasaan pola 3M, yakni memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak.

“Yang perlu kita ingatkan adalah setelah pelaksanaan pembelajaran tatap muka ini dilakukan, Gugus Tugas harus selalu melakukan pemantauan perilaku warga satuan pendidikan untuk selalu patuh menjalankan protokol kesehatan,” ungkap Maisaroh. (git)

 

Saksikan video menarik berikut ini:

loading...

LEAVE A REPLY