Berlakukan Jam Malam, Hajatan hingga Cafe Beroperasi Maksimal sampai Jam 9 Malam

Ilustrasi pemberlakuan jam malam. Foto : ISTIMEWA

ENIMEKSPRES.CO.ID, MUARA ENIM – Pemerintah Kabupaten Muara Enim, akhirnya resmi memberlakukan jam malam guna membatasi kegiatan masyarakat di malam hari. Hal tersebut diberlakukan mengingat angka penyebaran Covid-19 terus bertambah.

Melalui Surat Edaran (SE) Bupati Muara Enim Nomor 431/16/BPBD/2021 yang diterbitkan pada 7 Juni 2021, kegiatan masyarakat yang berada di Kabupaten Muara Enim khususnya zona merah dibatasi hingga pukul 21.00 WIB.

Dalam surat edaran tersebut mengatur pembatasan jam operasional terhadap penyelenggaraan hajatan, tempat hiburan, rekreasi, wisata kuliner malam, cafe, karaoke, dan rumah makan.

“Pembatasan jam operasional diberlakukan karena wabah Covid-19 masih mengancam kesehatan warga serta sesuai instruksi Mendagri Nomor 12 Tahun 2021 tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berskala Mikro,” tulis SE yang ditandatangani Pj Bupati Muara Enim H. Nasrun Umar (HNU).

Baca juga:

HNU menyebut, pembatasan jam operasional kegiatan masyarakat juga untuk mengoptimalkan Posko Penanganan Covid-19 di tingkat desa dan kelurahan untuk pengendalian penyebaran wabah.

Oleh karenanya, penyelenggaraan hajatan, pemilik, pengelola, atau pengusaha tempat hiburan, rekreasi, kuliner malam, cafe, karaoke, dan rumah makan menghentikan operasional setiap hari hingga maksimal pukul 21.00 WIB. “Dikecualikan tempat ibadah, kegiatan yang berhubungan dengan sembako, kesehatan, dan objek vital lainnya,” lanjut isi SE tersebut.

Selain itu, masyarakat penyelenggara hajatan serta pemilik, pengelola, atau pengusaha tempat hiburan, dan restoran menerapkan protokol kesehatan 5M, yakni memakai masker, mencuci tangan pakai sabun, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, dan membatasi mobilisasi, dan interaksi.

“Kemudian menyediakan hand sanitizer atau sarana cuci tangan untuk pencegahan antisipasi penyebaran corona,” sambung isi SE.

Jika masyarakat ataupun pengusaha terbukti melanggar pembatasan jam operasional, maka Pemerintah Kabupaten Muara Enim siap memberikan sanksi. “Pihak yang tidak memenuhi ketentuan sebagaimana tersebut di atas akan diberikan sanksi sesuai dengan ketentuan perundang-undangan, demikian disampaikan untuk menjadi perhatian,” tutup SE itu. (ozi)

loading...

LEAVE A REPLY