Bentuk LPTQ, Bina Qori-Qoriah Asli Muara Enim

Kabag Kesra Setda Pemkab Muara Enim Zulfikar saat memimpin rapat evaluasi STQH di Ruang Rapat Serasan Sekundang. Foto : ISTIMEWA

ENIMEKSPRES.CO.ID, MUARA ENIM – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Muara Enim siap membentuk Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ). Tujuannya, agar putra-putri qori dan qoriah asli daerah dapat dididik untuk dijadikan kafilah dimasa mendatang.

Kepala Bagian (Kabag) Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Pemerintah Kabupaten Muara Enim, H. Zulfikar mengatakan, pemantapan program dibentuk LPTQ Kabupaten Muara Enim didukung Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Muara Enim, Dewan Hakim, dan Pondok Pesantren se-Kabupaten Muara Enim.

“Dengan pembentukan LPTQ ini kita optimis 3 sampai dengan 4 tahun lagi Insya Allah kita bisa mendominasi STQH (Seleksi Tilawatil Quran Hadist) tingkat provinsi,” kata Zulfikar, saat memimpin rapat evaluasi STQH di Ruang Rapat Serasan Sekundang, belum lama ini.

Dikatakannya, menyikapi hasil dari STQH tingkat Provinsi Sumsel ke-XXVI, Kabupaten Muara Enim akan tetap menggunakan qori dan qoriah asli Kabupaten Muara Enim.

“Sebagaimana program beberapa tahun, Kabupaten Muara Enim tetap akan menggunakan kafilah yang dikirim untuk lomba tilawatil quran dan hadist asli dari Kabupaten Muara Enim yang akan dibuktikan dengan KTP dan KK,” ujar Zulfikar.

Karena itu, pihaknya menerima hasil dengan ikhlas atas capaian yang diraih kafilah pada STQH ke-XXVI tingkat Sumsel belum lama ini.

Kasubag Tata Usaha Kemenag Muara Enim, Solihan mendukung langkah pembentukan LPTQ. Pihaknya juga mengaku optimis dengan hasil evaluasi paling tidak ke depan bisa masuk 5 besar. “Tinggal sekarang bagaimana menjaga agar qori dan qoriah yang ada di kabupaten lain bisa dijaga agar membela Kabupaten Muara Enim,” terangnya.

Pada kesempatan itu juga, H. Syachril selaku Dewan Hakim menambahkan, ke depan dalam proses pembinaan akan melibatkan pelatih dari provinsi yang memiliki kompetensi.

Sementara itu, Wakil Pesantren, Khairuzman meminta pada LPTQ nanti digalakkan kembali seperti pada tahun 1980-an yakni seleksi tilawatil quran dilakukan juga pada tingkat desa. “Komitmen yang bagus Bupati tetap mencari dari dalam bukan dari luar qori dan qoriah yang menjadi kafilah Kabupaten Muara Enim,” ucapnya. (ozi)

loading...

LEAVE A REPLY